Tampilkan postingan dengan label alat penyaring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat penyaring. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 November 2013

Air Tercemar Mengancam Kesehatan Warga Jakarta

Masalah pencemaran air di kota besar merupakan masalah yang serius. Terlebih lagi di kota Jakarta yang merupakan pusat bisnis dan ekonomi. Setiap harinya Jakarta dipenuhi penduduk yang tidak hanya datang dari kota Jakarta itu sendiri ataupun dari kota-kota di sekitaran Jakarta. Air minum merupakan salah satu kebutuhan penting yang sangat dibutuhkan di kota Jakarta. 
Untuk memenuhi kebutuhan air minum, sekitar 82% pasokan air baku masih tergantung dari Waduk Jatiluhur. Akan tetapi kualitas air yang dialirkan oleh Waduk Jatiluhur tersebut semakin rendah karena tingkat amunia dalam air baku sudah melebihi ambang batas. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Perusahaan Daerah (PD) Jaya Wibisono Harisantoso yang mengungkapkan tingkat amonia pada air baku di Waduk Jatiluhur ke Jakarta setiap tahunnya semakin meningkat. Jika pada tahun 2010 tingkat amunia hanya sebatas 2,9 miligram per liter, maka pada satu tahun berikutnya kandungannya meningkat hingga 4,8 miligram per liter. Padahal ambang batas yang ditetapkan yakni hanya 1 miligram per liter.
Air yang tercemar dapat mengganggu kesehatan manusia. Jika air yang kita konsumsi mengandung bahan kimia ataupun logam berat akan mengakibatkan sistem metabolisme terganggu bahkan dapat menyebabkan kematian. Begitu pula jika air yang kita konsumsi mengandung bakteri E. Coli maka sistem pencernaan kita terganggu.
Oleh karena tu, pengecekan sumber air secara berkala sangat diperlukan untuk mengetahui apakah air yang kita minum sudah layak untuk dikonsumsi. Jika ternyata air yang Anda konsumsi sehari-hari belum memenuhi standar air bersih dan sehat, penggunaan alat penjernih air menjadi solusi yang ampuh bagi masalah air Anda.
Alat penyaring air HYDRO merupakan Alat Penjernih Air No.1 di Indonesia. HYDRO filter dapat mengatasi air kuning, keruh, bau, kapur, besi, mangan, kerak, dsb. HYDRO menggunakan media PROFEX, dengan teknologi Jepang dan sudah tersertifikasi HALAL MUI. Dengan ukuran media yang sangat halus, dan kualitas terbaik di kelasnya, membuat media PROFEX memiliki banyak pori-pori yang menyerap kotoran dan terbukti 10x lebih tahan dibanding media lainnya.
Alat penyaring air HYDRO memiliki beberapa tipe. Untuk Anda yang memiliki keluarga besar dengan jumlah 5-8 orang Anda dapat menggunakan tipe HYDRO 6000 dengan kapasitas 6000 liter/hari. Segera gunakan HYDRO untuk menjernihkan air Anda menjadi lebih layak untuk dikonsumsi. Untuk info lebih lanjut kunjungi www.hydro.co.id


Senin, 24 Juni 2013

Kesulitan Air Bersih di Tambora

Siapa bilang kalau hidup di kota besar seperti Jakarta mudah mendapatkan segala fasilitas yang melimpah ruah? Contohnya di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, misalnya, warga masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari
Selama berpuluh-puluh tahun, hampir seluruh warga di kawasan padat penduduk itu membeli air bersih pada tukang air keliling. Itulah satu-satunya cara untuk mendapatkan sumber air bersih.

Pengalaman sulit mendapatkan air bersih juga dialami Mardi (47). Warga RT 03 RW 06, Jembatan Besi, sudah sepuluh tahun tinggal di tempat tersebut. Selama itulah ia dan keluarganya menggantungkan kebutuhan air bersih pada tukang air keliling. Setiap hari ia selalu membeli lima jeriken air bersih. “Di sini susah untuk (berlangganan) air PAM,” katanya, Selasa (4/9/2012).

Di sisi lain, kesulitan warga itu menjadi sumber penghasilan bagi para penjual air keliling. Yanto (48), misalnya, sudah 15 tahun mendorong gerobak berisi jeriken-jeriken air bersih dari rumah ke rumah warga. Air itu dibelinya dari tempat pengisian air PAM milik salah satu warga di Jembatan Besi, tepatnya depan kantor Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

“Saya menjual ke warung, permukiman warga, pedagang kaki lima dengan harga Rp 1.000 per jeriken isi 25 liter,” kata Yanto, Selasa (4/8/2012).





Yanto membeli air bersih dengan harga Rp 2.000 per gerobak. Satu gerobak berisi 16 jeriken berkapasitas 25 liter per jeriken. Yanto kemudian menjualnya dengan harga Rp 1.000 per jeriken. Jika dikurangi dengan harga beli, Yanto bisa mendapatkan Rp 14.000 per gerobak.

Pada musim kemarau seperti ini, Yanto bisa menjual lebih dari 15 gerobak per hari atau Rp 210.000 per hari. Pada hari biasa pendapatannya bisa berkurang separuh, sekitar 8 jeriken per hari atau Rp 112.000 per hari. Itu belum dikurangi biaya makan dan minum. “Biasanya saya bisa dapat Rp 70.000 per hari. Kalau musim kemarau bisa Rp 150.000 per hari,” ujarnya.

Kepala Kantor KLH Jakbar Supardiyo membenarkan bahwa di wilayah Jakarta Barat, khususnya Tambora, memang sulit air bersih. Ia mengatakan, warga sulit mendapatkan air bersih PDAM karena kawasan itu tidak dilalui pipa-pipa air bersih dari sumber air Sungai Citarum maupun Cisadane. Kalaupun ada, kata Supardiyo, ada risiko terjadinya pencurian pipa oleh warga. Hal inilah yang membuat perusahaan air minum di Jakarta enggan melayani penduduk di kawasan tersebut.


Jika anda berdomisili di Tambora, ada baiknya anda segera menggunakan HYDRO untuk menjernihkan dan membuat air dirumah anda menjadi lebih berkualitas.

HYDRO water for better human life.

sumber : http://www.hydro.co.id/2013/03/07/warga-tambora-masih-kesulitan-air-bersih/